tentang tarik benang

Tarik Benang dan Tanam Benang: Ketahui 3 Perbedaan Unik Keduanya

Rate this post

Tarik benang dan tanam benang merupakan perawatan kecantikan yang sering dianggap sebagai dua perawatan yang sama. Tren kecantikan dunia terus mengalami perkembangan pesat, hingga memunculkan berbagai teknik perawatan wajah. Kini, masyarakat memiliki banyak pilihan alternatif kecantikan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Dua teknik populer  yang seringkali membingungkan adalah “Tarik Benang” dan “Tanam Benang”. Meskipun keduanya melibatkan penggunaan benang dalam prosedurnya, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami tentang keduanya. 

Berikut ini 3 perbedaan tarik benang dan tanam benang yang wajib kamu ketahui, baca sampai habis ya!

Tarik Benang dan Tanam Benang

Perbedaan tarik benang dan tanam benang:

1. Prinsip Kerja

  • Teknik tarik benang, juga dikenal sebagai “Thread Lift” atau “Pengencangan Benang Non-Bedah”, merupakan prosedur kosmetik yang bertujuan untuk mengangkat dan mengencangkan kulit wajah yang kendur. Dalam proses ini, benang khusus yang terbuat dari bahan khusus seperti PDO yang aman untuk tubuh, akan ditempatkan di bawah kulit dan digunakan untuk mengangkat jaringan wajah yang kendur. Benang-benang ini kemudian ditarik untuk memberikan efek pengencangan pada kulit.
  • Teknik tanam benang, dikenal juga sebagai “Thread Embedding” atau “Benang PDO”, adalah prosedur medis yang melibatkan penyisipan benang-benang khusus di bawah kulit dengan menggunakan jarum khusus. Benang-benang ini terbuat dari bahan yang dapat diserap oleh tubuh, seperti polidioxanona (PDO), dan bertujuan untuk merangsang produksi kolagen dan meningkatkan kekencangan kulit.

 

2. Tujuan Utama

  • Tarik benang dilakukan untuk mengatasi masalah kulit kendur dan kerutan pada wajah. Prosedur ini dapat memberikan efek mengangkat dan pengencangan pada kulit dengan waktu pemulihan yang relatif singkat.
  • Tujuan utama dari tanam benang adalah untuk merangsang produksi kolagen dan meningkatkan kekencangan kulit. Benang-benang yang ditanam di bawah kulit akan merangsang respon regenerasi tubuh, yang pada gilirannya dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi kerutan, dan memberikan efek mengencangkan kulit yang lebih bertahan lama.
Baca Juga:  5 Alasan Pipi Tirus Jadi Dambaan Wanita dan Cara Cepat Mendapatkannya

 

3. Keberlangsungan Efek

  • Efek tarik benang bersifat sementara. Benang-benang yang digunakan biasanya akan larut atau menipis seiring waktu, dan efek pengencangan yang dicapai akan berkurang seiring dengan hilangnya daya tarik benang. Karena itu, beberapa sesi perawatan tambahan mungkin diperlukan untuk mempertahankan hasil yang diinginkan. Umumnya tarik benang ini akan bertahan hingga 12 bulan. 
  • Efek dari tanam benang lebih tahan lama dibandingkan tarik benang. Benang-benang yang ditanam di bawah kulit secara bertahap akan direabsorbsi oleh tubuh, tetapi proses stimulasi kolagen yang terjadi selama waktu itu dapat memberikan hasil yang lebih langgeng. Kolagen yang diproduksi akan membantu mempertahankan kekencangan kulit bahkan setelah benang-benang itu sendiri larut atau terurai.

Meskipun tarik benang dan tanam benang melibatkan penggunaan benang dalam prosedurnya, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya yaitu cara pengaplikasian, tujuan dan efek. Setiap prosedur memiliki keunggulan dan pertimbangan sendiri, dan penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis yang kompeten dan berpengalaman sebelum memutuskan metode yang tepat untuk kebutuhan kulit kamu.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *