wajah asimetri

5 Penyebab Hasil Wajah Asimetri Setelah Tarik Benang

Rate this post

Wajah asimetri adalah kondisi di mana sisi wajah tidak seimbang secara proporsional, di mana satu sisi wajah terlihat berbeda dari sisi yang lain. Banyak faktor yang dapat menyebabkan wajah asimetri, dan salah satunya adalah prosedur kosmetik yang dikenal sebagai tarik benang atau thread lift. 

Meskipun thread lift dapat memberikan peningkatan tampilan wajah yang signifikan, terdapat beberapa risiko yang dapat mengakibatkan asimetri wajah setelah prosedur tersebut.

Tarik benang adalah tindakan memasukkan benang khusus ke bawah wajah yang kemudian ditarik sesuai dengan permasalahan wajah. Benang wajah Korea yang viral saat ini adalah Croquis, yang diklaim mampu memberikan hasil optimal dan telah digunakan banyak klinik kecantikan di Indonesia dan dunia. Hasil yang didapatkan adalah wajah yang terlihat lebih tirus atau V Shape serta glowing karena tarik benang juga menstimulasi pembentukan kolagen untuk wajah lebih cerah dan awet muda.

Penyebab umum wajah asimetri setelah tarik benang:

1. Ketidakseimbangan tarikan benang

Ketika benang dijahit ke dalam kulit dan ditarik untuk mengencangkan jaringan wajah, perlu keahlian dan pengalaman yang tepat agar tarikan benang pada kedua sisi wajah menjadi seimbang. Jika tarikan benang tidak simetris, itu dapat mengakibatkan wajah terlihat asimetri setelah prosedur.

Sebelum tindakan tarik benang, kita wajib untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten, berpengalaman serta memiliki izin praktek untuk hasil yang optimal. 

2. Penempatan benang yang tidak akurat

Penempatan benang pada posisi yang tidak tepat juga dapat menyebabkan wajah terlihat asimetri. Jika benang ditempatkan dengan tidak benar, misalnya terlalu dekat dengan satu sisi wajah dibandingkan dengan sisi lainnya, hal ini dapat menghasilkan perbedaan yang mencolok dalam tampilan wajah.

Baca Juga:  Tarik Benang dan Filler Kombinasi Meremajakan Kulit Wajah yang Mengagumkan

3. Perbedaan respons kulit

Setiap individu memiliki respons kulit yang berbeda terhadap prosedur tarik benang. Beberapa orang mungkin mengalami pembengkakan atau peradangan yang berbeda pada setiap sisi wajah, yang dapat menyebabkan penampilan asimetri.

4. Efek samping komplikasi

Sebagian kecil orang mungkin mengalami efek samping atau komplikasi setelah tarik benang, seperti infeksi atau peradangan yang berlebihan. Jika efek samping ini terjadi secara tidak merata pada sisi wajah, dapat menyebabkan asimetri yang terlihat.

5. Pengaruh faktor alamiah

Terlepas dari tarik benang, wajah manusia secara alami memiliki sedikit perbedaan dalam simetri. Struktur tulang wajah, keadaan otot, dan ketebalan kulit juga dapat mempengaruhi kesimetrisan wajah. Jadi, wajah yang memiliki sedikit asimetri sebelum prosedur tarik benang mungkin tetap memiliki sedikit asimetri setelahnya.

Meskipun tarik benang dapat memberikan manfaat estetika yang signifikan, penting bagi individu yang mempertimbangkan prosedur ini untuk mencari dokter yang berpengalaman dan terpercaya. Diskusikan dengan dokter tentang hasil yang diharapkan dan risiko yang mungkin terkait dengan prosedur ini.

Selain itu, perawatan pasca-prosedur yang hati-hati juga penting untuk meminimalkan risiko asimetri. Ikuti instruksi dari dokter setelah tarik benang, termasuk menjaga kebersihan wajah, menghindari aktivitas fisik yang berat, dan menghindari tekanan berlebih pada daerah yang diangkat benang.

Jika masih mengalami wajah asimetri setelah tarik benang, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Mereka akan dapat mengevaluasi situasi dan memberikan saran terbaik untuk mengatasi masalah wajah asimetri Anda tersebut.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *