Pasien tarik benang

5 Syarat Utama Menjadi Pasien Tarik Benang Untuk Hasil Maksimal

Rate this post

Penting bagi pasien tarik benang untuk mengetahui syarat – syarat dari prosedur tarik benang. Dari sekian banyak jenis perawatan wajah, saat ini tarik benang menjadi salah satu yang cukup populer. Hal ini karena waktu pengerjaan yang singkat serta mampu memberikan hasil yang optimal. Tarik benang berfungsi untuk mengencangkan kulit wajah yang kendur dengan menggunakan benang khusus yang dipastikan aman untuk digunakan. 

Meskipun semakin banyak orang yang tertarik mencoba perawatan ini, namun ternyata tetap ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang agar dapat menjadi pasien tarik benang. 

Berikut adalah beberapa syarat yang perlu diperhatikan oleh pasien tarik benang sebelum menjalani prosedur tarik benang:

Syarat Pasien Tarik Benang

1. Melakukan Konsultasi dengan Dokter

  1. Orlen P. Sompotan, M. Biomed (AAM) dari Laluna Beauty Expert yang berlokasi di Surabaya menyampaikan, satu hal penting yang wajib dilakukan pasien sebelum tarik benang yaitu melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit dan memastikan apakah tarik benang adalah pilihan yang tepat. 

Dengan mengetahui masalah wajah secara rinci dan benar, maka hasil yang diperoleh setelah tindakan dapat optimal. Meskipun tindakan tarik benang ini termasuk tindakan non-operasi dan terbilang cukup aman, namun pasien disarankan harus tetap mengetahui tahapan metode thread lift serta efek samping yang mungkin terjadi. dr. Orlen menyebutkan beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain: bengkak, infeksi, benang keluar, benang berbayang hingga bentuk wajah asimetris. Namun efek samping tersebut dapat ditangani dengan penanganan yang benar, steril dan akan menghilang dalam beberapa hari, yang terpenting adalah dilakukan oleh dokter yang kompeten. 

Baca Juga:  Croquis Hadir di IMCAS 2023

2. Memiliki Kesehatan yang Baik

Pasien tarik benang sebaiknya memiliki kesehatan yang baik secara umum. Kondisi kesehatan yang buruk atau adanya penyakit kronis tertentu dapat menjadi kontraindikasi untuk menjalani prosedur ini. Penting bagi pasien tarik benang untuk memberi tahu dokter tentang riwayat kesehatan, termasuk riwayat operasi sebelumnya, alergi, atau kondisi medis tertentu yang mereka miliki.

3. Tidak Sedang Hamil atau Menyusui

Tarik benang tidak disarankan untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui. Selama periode ini, perubahan hormonal dan tubuh yang sensitif dapat mempengaruhi hasil dan pemulihan pasca-tindakan. Sebaiknya, wanita hamil atau menyusui menunda tarik benang hingga mereka selesai menyusui dan kondisi hormonal mereka kembali normal.

4. Pemahaman Tentang Prosedur dan Risiko

Pasien harus sepenuhnya memahami prosedur tarik benang, termasuk teknik yang akan digunakan, jenis benang yang akan digunakan, dan risiko yang terkait dengan prosedur tersebut. Pasien harus dapat membuat keputusan yang informan dan memberikan persetujuan tertulis sebelum menjalani tarik benang.

5. Mengikuti Anjuran Proses Pemulihan

Setelah menjalani tarik benang, pasien harus siap mengikuti proses pemulihan yang dianjurkan oleh dokter meliputi menghindari aktivitas berat, menjaga kebersihan kulit, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan mengikuti instruksi dokter mengenai perawatan kulit pasca-tindakan. 

Demikianlah persyaratan jika ingin mencoba tarik benang wajah. Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan yang unik, sehingga persyaratan dapat bervariasi tergantung pada situasi individu.

Penting bagi Anda untuk mempertimbangkan produk tarik benang yang akan digunakan. Salah satu produk tarik benang yang telah menjadi pilihan banyak ahli kecantikan adalah Croquis, benang premium yang berasal dari Korea Selatan.

Baca Juga:  Apa yang Perlu Diketahui Facelift untuk Pria

 

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *